Dian Rana adalah dokumentator independen Indonesia yang dikenal atas kontribusinya dalam penyelamatan dan pelestarian arsip terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebagian dokumentasi yang ia hasilkan telah diserahkan dan ditetapkan sebagai Arsip Statis oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sehingga menjadi bagian dari memori kolektif bangsa dan sumber sejarah yang dilestarikan untuk generasi mendatang. Atas kontribusi tersebut, ANRI memberikan penghargaan berupa “Apresiasi atas Peran Serta dalam Penyelamatan dan Pelestarian Arsip yang Bernilai Guna Pertanggungjawaban Nasional bagi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara.”
Perjalanannya di tanah Nusantara berawal dari rasa ingin tahu pribadi, jauh sebelum IKN menjadi perhatian luas. Tanpa afiliasi institusi maupun mandat resmi, ia mendokumentasikan proses transformasi besar yang berlangsung di Kalimantan Timur. Fokus dokumentasinya tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga kehidupan masyarakat, perubahan sosial, dinamika lingkungan, serta berbagai perspektif yang muncul selama proses pembangunan berlangsung.
Memasuki fase baru dalam perjalanannya, Dian memilih mengurangi aktivitas publikasi media sosial untuk memprioritaskan pelestarian arsip. Sekitar 1.200 video dokumentasi yang direkam sejak 2021 telah diprivatkan dan diposisikan sebagai aset dokumenter jangka panjang. Sebagian koleksi tersebut telah diserahkan kepada ANRI dan ditetapkan sebagai Arsip Statis, sementara sisanya direncanakan untuk diserahkan secara bertahap sebagai bagian dari upaya menjaga integritas data, memperkaya khazanah arsip nasional, dan menyediakan sumber sejarah yang dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
Merekam perjalanan nyata dari lapangan menjadi dokumentasi yang memiliki nilai jangka panjang.
Di Balik Layar Nusantara bukan sekadar kisah hidup—ini adalah rekam jejak seorang warga yang tanpa rencana berada di dalam arus salah satu perubahan terbesar dalam sejarah Indonesia. Buku ini merangkai tiga fase kehidupan Dian Rana dalam satu narasi utuh. Karya ini juga diterbitkan dalam dua format yang saling melengkapi: versi eBook disajikan dalam tiga seri terpisah, sementara edisi cetak ini menghadirkan keseluruhan kisah tersebut dalam satu buku utuh untuk pengalaman membaca yang lebih menyeluruh.
Datang langsung ke lapangan, melihat dan merasakan tanpa perantara.
Mengabadikan momen bukan hanya untuk dilihat, tapi untuk diingat.
Dari pengalaman, saya mulai mengerti hal-hal yang tidak terlihat di permukaan.
Mengubah pengalaman menjadi cerita dan refleksi yang bisa dirasakan orang lain.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (2022-2024)
Pematung & Arsitek Istana Negara - Ibu Kota Nusantara
Perancang Kota
Guru Besar Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.